Kasad Kumpulkan Seluruh Komandan Pasukan Bahas Situasi Terkini

Merdeka.com – Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal Andika Perkasa menggelar rapat internal dengan seluruh pejabat tinggi AD kecuali Papua, di kantornya. Menurut dia, rapat tersebut membahas situasi terkini. Untuk urusan Papua, sudah langsung ditangani oleh Panglima TNI, Menko Polhukam dan Kapolri.

“Sejak pagi sampai dengan barusan kami semua para pejabat utama di Angkatan Darat, mulai dari Komandan Korem sampai Panglima Kotama itu Para Panglima Kodam, Para Komandan Satuan seperti Komandan Pusdiklat, Komandan Jenderal Kopassus, Panglima Kostrad, kami semua kumpul dalam rangka meng-update situasi terakhir di semua wilayah kecuali di Papua,” kata Andika di Mabes AD, Jakarta, Rabu (8/10).

Menurut dia, secara umum perkembangan di wilayah-wilayah Indonesia sudah sangat baik. Namun, ada yang menonjol, yakni akan ada rencana demonstrasi di beberapa daerah.

“Tentang rencana demonstrasi. Tetapi rencana demonstrasi itu pun tidak terlihat paling tidak sampai hari ini tidak terlihat di semua wilayah. Ada beberapa daerah yang secara faktual memang sudah mendapatkan info tanggal pelaksanaan demonstrasi maupun tempatnya. Tetapi itu sangat sedikit sekali. Saya tidak perlu menyebut di mananya, tetapi mayoritas belum ada rencana yang terucap maupun tertulis,” jelas Andika.

Dalam rapat tadi, juga disinggung soal kebakaran hutan. Bagaimana semua pihak, khususnya dari AD berusaha keras turut membantu pemadaman.

Meskipun, Andika tak menepis, soal masalah pengamanan jelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih 20 Oktober mendatang juga mendapatkan perhatian.

“Juga terakhir sampaikan apa yang dilakukan oleh seluruh jajaran Angkatan Darat dalam menghadapi event-event besar, satu, dua sampai tiga minggu ke depan,” jelas Andika.

Dia menuturkan, aksi demonstrasi tersebut kurang lebih tak mencapai 30 persen wilayah dari seluruh pejabat tinggi AD yang hadir.

“Itu yang secara faktual terucap dan tertulis. Bagaimana kita menyikapi? Khusus untuk konsep operasi, akan dilakukan Panglima TNI. Tapi paling tidak, kita bekerja sama dengan rekan di daerah atau jajaran dari Polri, pemerintah daerah, itu tadi kita bahas,” jelas Andika.

Dia menegaskan, 30 persen wilayah itu hanya estimasi. Sehingga, pihaknya bisa melakukan inventarisasi.

“Maksudnya 30 persen itu estimasi. Jadi setelah diinventarisasi tadi, kita semakin tahu, oke sebenarnya yang difokuskan untuk daerah ini saja. Kita sudah bersama Staf Umum merencanakan, siapkan di titik yang tidak rawan, untuk menyiapkan pasukan-pasukan. Sehingga apabila dibutuhkan, bisa kita gerakan ke titik yang menjadi pusat tadi,” katanya.

Reporter: Putu Merta Surya Putra
Sumber: Liputan6.com [eko]